• RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter

Minggu, 22 Maret 2009

Membuat DNS Server Dengan Menggunakan Linux Debian Berbasis Text

Untuk membuat server DNS ini kita harus pastikan bahwa komputer kita bersistem operasi Linux Debian Versi Text dan telah memounting data dari cd ke 1 sampai ke 8. Langkah langkah pembuatannya adalah :

1. Masuklah pada root dan ketikkan passwordnya

2. Masuk pada cd / dengan mengetikkan cd /

3. Sebelum membuat DNS Server, pastikan PC anda telah terinstal bind9. Dengan cara :
- Masukkan cd Debian 4 lalu enter
- Kemudian tuliskan perintah install yaitu apt-get install bind9
- Dan tunggu prosesnya

4. Sebelum mengkonfigurasi bind lebih lanjut maka aturlah terlebih dahulu ipnya
melalui pico interfaces tapi sebelumnya masuklah dulu pada folder etc dan network
seperti cara pengaturan ip pada DHCP Server yang telah dijelaskan

5. Apabila ipnya telah diatur maka kemudian masuklah pada folder bind dengan
mengetikkan perintah cd etc/bind

6. Lalu Konfigurasi dengan cara masuklah pada file named dengan mengetikkan pico
named.conf



7. Kemudian carilah tulisan :
zone “127.in-addr.arpa”{
type master;
file “/etc/bind/db.127”;
};
Dan tambahkan dibawahnya :
Enter
zone “debian.com.”{ => di isikan alamat server kita misal dua.com.
type master;
file “/var/cache/bind/db.debian”;
};
zone “192.in-addr.arpa”{
type master;
file “/var/cache/bind/db.192”;
};

8. Kemudian save dengan menekan ctrl+x dan y

9. Lalu copy file db.127 dan db/local pada directory yang sama yaitu directory
/var/cache/bind dan kita ganti namanya menjadi :
db.127 => db.192
db.local => db.debian
dengan perintah cp db.127 /var/cache/bind/db.192 dan cp db.local /var/cache
/bind/db.debian

10. Kemudian masuk pada folder /var/cache/bind, untuk masuk ke dalam itu terlebih
dahulu kita ketikkan cd / baru kemudian kita tuliskan cd var/cache/bind

11. Cek apakah file yang di copy telah tersimpan, dengan menggunakan perintah ls

12. Lalu edit file db.debian seperti dibawah ini :
;
; bind data file for local loopback interface
;
$ TTL 604800
@ IN SOA dua.com.root.dua.com
1 ; serial
604800 ; refresh
86400 ; retry
2419200 ; expire
604800 ; negative cache TTL
;
@ IN NS dua.com
@ IN A 192.168.99.1
www IN A 192.168.99.1
Ubahlah tulisan tulisan yang berhuruf tebal sesuai dengan alamat dan ip pc kita

13. Kemudian edit juga db.192 seperti dibawah ini :
;
; bind data file for local loopback interface
;
$ TTL 604800
@ IN SOA dua.com.root.dua.com
1 ; serial
604800 ; refresh
86400 ; retry
2419200 ; expire
604800 ; negative cache TTL
;
@ IN NS dua.com
1.99.168 IN PTR dua.com
www IN PTR dua.com
Ubahlah tulisan tulisan yang berhuruf tebal sesuai dengan alamat dan ip pc kita

14. Kemudian restart dengan menggunakan perintah /etc/init.d/bind9 restart, apabila
tidak ada kata failed maka kita telah berhasil

15. Langkah selanjutnya adalah mengecek apakah DNS Server telah berhasil caranya :
- Sambungkan pada client misalnya client kita windows Xp
- Kemudian bukalah internet explore
- Klik Control Panel, pilih dan klik Network Connection
- Double klik pada Local area connection
- Pilih Properties, klik internet protokol (TCP/IP)
- Pada kotak dialog ip pilih use the following ip address dan isikan ipnya
- Pada kotak dialog DNS Server pilih use the following DNS Server addresses dan
isikan ip DNS Kita

16. Untuk mengecek apakah server kita telah berhasil atau belum maka ping ke server
dan ping lah alamat server kita misalnya dua.com, apabila berhasil maka DNS
Server yang kita buat telah berhasil

Cara menginstall linux DEBIAN

  • Ubah booting pertama pada CD ROM melalui BIOS.
  • Waktu booting awal, akan terdapat tulisan enter to boot. Tekan Enter untuk memulainya.
  • Masukkan CD install Debian pada CDROM.
  • Maka akan keluar perintah [Choose your Language] yang digunakan untuk mengatur bahasa yang digunakan untuk pemrograman linux. Pilih saja bahasa English biar mudah dipahami. Itung-itung belajar buat TOEFL.
  • Kemudian akan keluar [Choose your country, territory or area] untuk menentukan area atau daerah kita. Buat negara kita tercinta, pilih Other, kemudian Indonesia.
  • Setelah itu kita akan mengatur Keymap to use atau bahasa yang digunakan untuk keyboard yang kita gunakan. Pake defaultnya aja. Jadi langsung tekan Enter.
  • Kemudiam tunggu proses Detecting Hardware. Dan langsung diteruskan proses Scanning CDROM.
  • Kemudian diteruskan dengan Loading Additional Component.
  • Setelah proses loading maka komputer akan kembali meneruskan mendetecting network hardware dari komputer.
  • Setelah detecting hardware network selesai maka komputer akan melakukan Configuring The Network with DHCP. Lalu kemudian keluar proses Configure the Network. Setelah selesai klik Continue. Dan apabila keluar kotak dialog laporan bahwa Network Autoconfiguration failed maka pilih perintah Do Not Configure the Network At This Time. Dan klik enter.
  • Kemudian akan keluar kotak dialog yang memerintahkan kita untuk mengisikan Hostname pada komputer kita. Tuliskan hostname untuk menamai komputer kalian, ato juga sebagai root. Defaultnya debian. Setelah selesai maka klik enter.
  • Setelah itu komputer akan melakukan proses Starting Up Partition.
  • Dan pada Partition Disk pilih Guided-use entire disk. Proses ini biasa disebut Partitioning method.
  • Pada perintah atau kotak dialog Select disk to partition terdapat informasi tentang hardisk yang terpasang pada komputer kita misalnya berapa kapasitas dan apa mereknya. Kemudian pada kotak Partitioning scheme pilih
  • Pilihlah partisi reiserFS yang telah kalian buat sebelumnya. Hapus partisi tersebut dengan memilih Delete the partition. Kemudian pilih kembali partisi tersebut untuk membuat partisi baru (Create a new partition) dan tentukan ukuran dari partisinya pada kotak New Partition Size: dan klik enter.
  • Pada Type for the new partition pilih Primary untuk membuat partisi utama dan Logical untuk partisi kedua atau sekunder.
  • Kemudian pada Use as: pilih area atau fungsi dari partisi berada misalnya pada swaap atau /Ext3, dll.
  • Kemudian klik Mount Point dan akan muncul perintah Mount point for this partition: dan pilih /home -user directories. Pada perintah ini digunakan untuk menentukan partisi menjadi home, /tmp, atau /user, dll. Berikutnya Done setting up the partition, dan akhiri dengan Finish partitioning and write changes to disk. Klik yes.
  • Kemudian akan muncul proses Partitions Formating.
  • Kemudian pada Select a city in your fine zone atau muncul Configure time zone dan pilih kota tempat kita berada. Pemilihan ini digunakan untuk memilih time zone daerah kita. Kalo GMT+7 pilih Jakarta dan akan muncul proses setting up the clock.
  • Lalu muncul Set up users and passwords dan pada Root password yang digunakan untuk password root. Ketikkan password anda dan setelah itu ketik ulang password pada kotak perintah Re-Enter Password to Verity. Kemudian pada full name for the user: ketik nama user anda dan ketik nama user account juga pada kotak user for your account. Kemudian ketik paswordnya pada Chosee a password for new user untuk password usernya. Dan ketik passwordnya lagi pada kotak perintah Re-Enter password to verity.
  • Tunggulah proses Installing the Base system yang dilakukan komputer. Setelah selesai klik enter. Pada Kernel to install pilih Linux-image_2.6-680. Lalu komputer akan melakukan proses installing Kernel dan proses Configuring apt. Pada Configure the package manager klik no dan kemudian klik continue dan pada Configuring Popularity Contest ketik yes pada Participale in the package usage survey?
  • Dan komputer kemudian akan melakukan Select dan Install Software. Dan pada Software Selection pilih Dekstop environment dan Standard system pada Chosee Software to install. Lalu klik Continue. Maka komputer akan kembali pada proses Select dan Install Software.
  • Pada Configuring cupsys-bsd pilih yes or no untuk menjawab do you want to set up the BSD pada Compatibility Server. GRUB (Grand Unified Bootloader) digunakan untuk memilih OS (Operating System) yang dijalankan pada saat pertama kali dinyalakan. Oleh karena itu, jawablah Yes agar bisa memilih OS yang diinginkan.
  • Kemudian Install the GRUB boot loader dan pada kotak dialog install the Grub Loader on a hard disk ketik yes.
  • Dan komputer akan kembali pada proses Instaling GRUB Loader kemudian finishing the instalation dan klik Continue.
  • Installation complete
  • Restart!!!!
  • Setelah komputer hidup kembali masuk pada Terminal dan kemudian loginlah pada Root dengan mengetikka perintah SU dan tuliskan passwordnya.
  • Kemudian ketikkan mount /dev/cdrom
  • Lalu ketikkan apt -cdrom add -m
  • Setelah itu masukkan CD2 sampai ke CD8 dan ulangi perintah tadi.
  • Klik Dekstop kemudian pilih Administration dan klik & pilih Synaptic Package Manager , dan kemudian keluar kotak dialog Quick Introduction dan klik close.
  • Kemudian pilih dan klik Search dan ketikkan Open Office.
  • Lalu pada kotak Package klik pada icon yang akan diinstall dan pilih pilihan Mark for installation.
  • Lalu pada kotak dialog Mark Additional Required Changes dan klik Mark.
  • Kemudian klik apply dan muncul kotak dialog apply the following changes klik apply.
  • Apabila muncul kotak information yang memerintahkan untuk memasukkan CD1 dan klik OK.
  • Tunggu prosesnya lalu kemudian muncul kotak information untuk memasukkan CD maka masukkan Cdnya lalu klik OK.
  • Tunggu prosesnya sampai muncul kotak dialog information lagi untuk memasukkan CD yang lain dan masukkan.

Minggu, 15 Maret 2009

Mengingat Perintah DOS

MS DOS

MS DOS

Sering menggunakan Dos prompt ? Ada baiknya Anda menggunakan salah satu “fasilitas” yang ada, yaitu doskey. Fungsinya adalah untuk “mengingat” perintah-perintah yang pernah Anda ketikkan pada dos prompt. Sehingga untuk menggunakan perintah yg pernah Anda ketikkan cukup gunakan tombol panah ke atas.

  1. Klik kanan pada icon MS-DOS Prompt yang terletak pada Start Menu - Programs.
  2. Pilih Properties.
  3. Pindah ke tab Programs.
  4. Pada bagian Batch File, tambahkan doskey.
  5. Klik Apply lalu OK.

Mengenal IP Command


Di bawah ini adalah perintah-perintah yang berhubungan dengan jaringan. Untuk melakukan perintah-perintah tersebut Anda harus masuk ke MS DOS Prompt.

ipconfig /all
Menampilkan informasi konfigurasi koneksi, misalnya Host Name, Primary DNS Type, Ethernet Adapter LAN.

ipconfig /displaydns
Menampilkan DNS Cache.

ipconfig /flushdns
Menghapus DNS Cache

ipconfig /release
“Menghapus” semua koneksi IP Address.

ipconfig /renew
Membuat IP Address baru untuk adapter tertentu.

ipconfig /registerdns
Melakukan refresh DNS dan meregister kembali koneksi DNS.

ipconfig /showclassid
Menampilkan informasi DHCP Class.

ipconfig /setclassid
Mengubah DHCP Class ID

control netconnections
Menampilkan Network Connection.

ping
Contoh: ping www.klik-kanan.com
Melakukan test koneksi ke situs www.klik-kanan.com. Semakin sedikit % loss-nya makan semakin baik koneksinya.

tracert
Menampilkan informasi IP Address route.

netstat
Menampilkan informasi koneksi TCP/IP yang sedang aktif.

route
Menampilkan local route.

hostname
Menampilkan nama komputer.

Tips MS DOS: Perintah DIR


Walaupun sistem operasi Windows sudah dilengkapi dengan GUI (Graphical User Interface) tapi kadangkala kita masih membutuhkan…

Di bawah ini adalah beberapa tips mengenai perintah DIR pada MS DOS:

1. dir c:

Ini adalah perintah “dasar” yang digunakan untuk menampilkan file dan directory pada drive C.

2. dir c: d:

Digunakan untuk menampilkan file dan directory pada drive C dan D.

3. dir /b /s

Digunakan untuk menampilkan directory dan subdirectory dengan tampilan full path name.

4. dir /a

Digunakan untuk menampilkan semua file termasuk file system dan file yang tersembunyi (hidden).
Untuk menampilkan semua file yang ada di drive D gunakan perintah sbb: dir d: /a

5. dir /os

Digunakan untuk menampilkan file dan directory dengan urutan mulai dari file yang berukuran paling kecil sampai dengan file yang berukuran paling besar. Untuk membalik urutan Anda bisa menggunakan perintah: dir /o-s

Anda bisa mengganti parameter s pada perintah di atas dengan:

- n, perintahnya dir /on : urut nama
- e, perintahnya dir /oe: urut tipe file
- d, perintahnya dir /od: urut tanggal

6. dir /p

Untuk menampilkan file dan directory per “halaman”.

Untuk parameter lainnya dari perintah dir Anda dapat melihat help-nya dengan menuliskan: dir /?

Mengubah Tampilan Windows Dengan TrueTransparency

Saat ini ada banyak sekali software yang dapat digunakan untuk mengganti tampilan Windows, misalnya dengan transformation pack yang pernah di tulis di sini, WindowBlinds, Talisman, dan sebagainya. Salah satu “kelemahan” dari transformation pack adalah seringkali membuat Windows kurang stabil alias sering hang.

Sekarang ada lagi software yang bisa Anda gunakan untuk membuat “beda” Windows Anda, yaitu dengan menggunakan TrueTransparency. Software ini cukup kecil, tidak makan resource yang besar dan yang tidak kalah penting adalah gratis :)

Kalau Anda pengen mencoba TrueTransparency, Anda bisa download di http://www.crystalxp.net. Untuk tambahan skin baru Anda bisa download di http://browse.deviantart.com.

TrueTransparency tidak dilengkapi dengan installer, jadi untuk menjalankan software ini Anda tinggal mengekstrak file yang sudah Anda download dan klik 2x pada file TrueTransparency.exe.

Rabu, 11 Maret 2009

Langkah-langkah Dalam Pembuatan Web Site

Setelah Anda membuat desain-nya maka yang harus segera Anda lakukan adalah mendaftarkan pada salah satu free web server untuk menempatkan desain kita. Untuk itu Anda bisa memilih pada salah satu free web server yang ada yang alamatnya terletak di bawah ini.

Terdapat dua macam free web server yaitu yang mengijinkan untuk akses ke direktori cgi-bin dan free web server yang tidak mengijinkan akses ke direktori tersebut. Dengan akses ke cgi-bin maka kita bisa menempatkan script kita sendiri. Misalnya script untuk buku tamu, mailing list, counter, dll. Dengan script yang dibuat sendiri maka Anda bisa membuat buku tamu tanpa perlu dijejali dengan iklan.

Tapi sebelum melakukan upload (mengirim file ke server) Anda bisa melengkapi web site Anda dengan:

Buku Tamu
Sehingga para netter yang mampir ke situs Anda dapat meninggalkan pesan, kritik atau sekedar komentar mengenai web Anda.
Counter
Dengan counter Anda bisa mengetahui berapa orang yang telah berkunjung ke situs Anda.
Mailing List
Kalau situs Anda dirasa berbobot Anda bisa melengkapi dengan mailing list. Sehingga orang yang terdaftar pada mailing list situs Anda akan mengetahui (misalnya) kapan situs tersebut di update.

Cara Mudah Membuat Dual Boot Linux dan Linux, termasuk cara menginstall Linux di extended partition.

Membuat dual boot antara MS Windows dan Linux mungkin kini sudah tidak menjadi
kendala bagi kita. Patokannya hanyalah sediakan partisi berbeda, install windows dahulu, dan baru kemudian Linux. Tetapi bagaimana bila kita ingin membuat dual boot (bahkan triple atau kuartet) antara misalkan MS Windows, Mandrake, dan Suse di dalam 1 harddisk yang sama? Sebenarnya hal ini tidak terlalu sulit untuk dicapai, asalkan beberapa langkah kunci diperhatikan. Marilah kita mulai. Kita akan bekerja pada membuat partisi, memformatnya, dll maka diperlukan asumsi2 sbb:
1. Kamu telah mengetahui konsep partisi harddisk.
2. Kamu telah pernah mempartisi harddisk, baik lewat dos ataupun linux.
3. Kamu telah membackup data2 yang ada di dalam harddisk kamu, sebab ada kemungkinan terjadinya kesalahan yang bisa mengakibatkan hilangnya data2 di dalam harddisk. So, hati2,backuplah dahulu data harddiskmu.
Berikut ini adalah skema partisi di harddisk saya:
Filesystem Size Used Avail Use% Mounted on
/dev/hda5 981M 177M 755M 19% /
/dev/hda10 7.0G 2.0G 4.7G 31% /data
/dev/hda9 12G 11G 685M 95% /home
/dev/hda1 9.9G 9.5G 333M 97% /mnt/win_c
/dev/hda2 2.0G 1.4G 638M 69% /mnt/win_d
/dev/hda7 3.9G 3.0G 725M 81% /usr

—– more —–

/dev/hda8 1.5G 701M 700M 51% /var
Seperti yang dapat kita lihat, hda1 dan hda2 saya peruntukkan untuk MS Windows. Lalu
untuk Mandrake, saya pakai partisi hda5 ( / ), hda6 (swap) tidak terlihat, hda7 (/usr), hda8
(/var), hda9 (/home), dan hda10 (/data).
Karena sebuah harddisk hanya bisa memiliki 4 buah primary partition, maka partisi 4 keatas dinamakan extended partition, atau dikenal dengan istilah logical drive di MS Windows.
Extended partition ini tidak bisa di boot langsung oleh BIOS. Lalu bagaimana dong caranya?
Untuk ini saya akan menggambarkan langkah2 yang saya ambil di dalam membuat triple
boot WindowsMdkSuse ini. Melalui gambaran ini, kamu bisa menerapkannya sendiri di
dalam harddisk kamu.

Langkah 1.
Install MS Windows, buat partisi buat dia. Dalam hal ini saya bikin 2 partisi, yang pertama memakai filesystem NTFS, dan yang kedua memakai FAT32.
Langkah 2.
Install Mandrake di bagian harddisk yang masih kosong. Buat partisi untuk dia. Dalam hal
ini saya membuat /, swap, /usr, /var, /home, dan /data. Installah boot loader Mandrake diMBR, maka dia akan otomatis membuat dual boot untuk MS Windows dan Mandrake.
Dalam hal ini saya menggunakan boot loarder LILO.
Langkah 3.
Install Suse di /data (hda10). Nah… mengapa diinstall di partisi /data? Sebab, awal mulanya saya memang tidak berencana menginstall triple boot MS WindowsMdkSuse.
Jadi sebenarnya partisi /data ini memang saya peruntukkan untuk menyimpan data2 Mandrake saya.

setelah memindahkan isi dari partisi /data tersebut (kebanyakan berupa film2 hasil
downloadan dari Bittorrent. hehe..), saya mulai memboot notebook saya menggunakan CD1 Suse92nya.

Langkah2 installasi Suse ikuti saja sesuai selera kamu, HANYA langkah2 berikut ini yang
HARUS kamu sesuaikan:
1. Di bagian partition. Pilih Expert Partitioning. Lalu klik pada partisi tempat kamu ingin
install Suse, dalam hal ini saya memilih hda10. Berikan nama mount pointnya /, lalu format dengan Ext3.
2. Di bagian bootloader, ubah Grub menjadi Lilo, dan juga ubah lokasi bootloader dari
MBR ke root partition (dalam hal ini hda10).

PERHATIAN: di kedua langkah ini jangan sampai salah pilih. Sebab kalau sampai salah,
Linux Mandrake kamu akan rusak.

Install Suse sampai selesai. Setelah itu dia akan minta reboot. Nah, di proses reboot ini kita belum bisa masuk ke Suse secara langsung. Kita masuk dahulu ke dalam Mandrake kita. Didalam Mandrake kita pastikan bahwa kita bisa melihat isi direktori /data. Di dalamnya kita bisa melihat file2 Suse yang telah kita install.

Langkah berikutnya adalah kita modifikasi /etc/lilo.conf di Mandrake. Tambahkan barisbaris berikut ini (sesuaikan dengan kondisi partisi kamu yah):
image=/data/boot/vmlinuz
label=”Suse92″
root=/dev/hda10
initrd= /data/boot/initrd
vga=788
readonly
Setelah selesai, jangan lupa jalankan command lilo ­-v.
Lihat apakah ada error. Bila tidak ada maka kamu hampir selesai.

Reboot Mandrake, dan lihat di layar Lilo, apakah ada pilihan ‘Suse92′. Pilih Suse92, maka
tidak beberapa lama, komputer akan mulai memboot ke Suse. Bila iya, maka SELAMAT!
Kamu telah berhasil membuat triple boot MS Windows, Mandrake, dan Suse. Lanjutkan
proses installasi Suse tahap selanjutnya secara normal.

Refferensi

  • http://linux2.arinet.org
  • http://www.oasisnet.wordpress.com (oasis_net06@yahoo.com)

Cara Mengubah Tampilan WIndows XP Menjadi Windows Vista

Anda masih memakai Windows XP sebagai sistem operasi Anda? Tapi mau mengubah tampilan jadi seperti windows Vista? Caranya gampang!

Di sini saya ingin menjelaskan cara-cara mudah bagaimana mengubah tampilan Windows Anda yang itu-itu melulu. Sebenarnya ada berbagai macam cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan tampilan Windows Vista pada Windows XP anda. Untuk solusi berbayar, Anda bisa menginstal program WindowBlinds terbaru, buatan stardock. Tapi di zaman yang serba susah dan serba maunya praktis, buat apa ngeluarin uang kalau ada yang gratisan . Untuk cara yang gratisan inilah yang akan saya beritahu kepada Anda.


Untuk cara yang praktis, Anda bisa menginstall program Vista Transformation Pack yang terbaru. Program ini menawarkan tampilan lengkap Windows Vista beserta sebagian fitur estetikanya (apalagi jika dipadu dengan adanya WindowBlinds). Akan tetapi untuk sebagian komputer yang masih memiliki spesifikasi kurang (termasuk saya), program ini kurang cocok, karena cenderung akan membuat komputer lebih lambat.

Cara yang lain adalah dengan mendownload program-program yang ada di crystalxp

1. Untuk tampilan dasar Windows Vista, Anda bisa masuk ke bagian Bricopacks dan memilih Vista Inspirat 2.1, atau anda bisa langsung masuk kesini

2. Download program tersebut..

3. Kemudian ekstrak file yang telah Anda download, dan lakukan instalasi Vista Inspirat.

4. Selanjutnya, dalam Mode of Installation, pilih opsi Total untuk mendapatkan hasil tampilan maksimal, yang menyerupai tampilan pada Windows Vista.

Gambar : Instalasi Vista Inspirat 2.1


5. Ikuti saja opsi defaultnya. Setelah instalasi selesai, restart komputer Anda. Maka tampilan Windows XP Anda akan berubah dari seperti ini:

menjadi seperti ini:


6. Jika Anda perhatikan pada beberapa bagian memang belum menyerupai Windows Vista secara kesuluruhan (bahkan terdapat RocketDock, yang didalam gambar terdapat di bagian atas desktop, yang tidak ada di Windows Vista secara default).

Tapi tenang aja...disini juga dijelaskan koq....

Untuk RocketDock...

1. Download dulu programnya disini aja bisa

2. Kemudian ekstrak file yang telah Anda download...

3. Anda langsung bisa jalankan dengan men-double klik pada folder 'Rocketdock' yang bertanda kuning....

4. Untuk mengubah settingannya klik pada 'dock Setting' yang sudah ada pada hasil Rocketdock Anda...

5. Untuk tempat posisi, pilihlah opsi 'position', dan lanjutkan sesuai dengan keinginan Anda

6. Untuk mengubah tema atau background pada Rocketdock Anda, pilihlah opsi 'style'. Apabila menginginkan tema yang lain, Anda bisa klik pada 'get more',dan setelah dapat yang Anda inginkan, Anda download dan simpan pada folder Rocketdock Anda, lalu ekstrak file yang telah Anda download tersebut. Dan hasil ekstrak-nya Anda taruh di bagian 'skins' yang ada pada folder Rocketdock Anda. Kemudian coba klik lagi pada 'dock Setting' yang ada pada hasil Rocketdock Anda, ganti tema-nya sesuai dengan apa yang telah Anda download, dan lihat hasilnya...

7. Dan untuk menambah item yang akan Anda masukkan di Rocketdock, klik kanan pada background Rocketdock Anda, lalu 'add item'.

8. Lihat hasilnya....

Gimana? Bisa kan? Mantabh kan? Hohohoho....

Memperbaiki pesan halaman Error 404 - Page Not Found

Sebenarnya sih postingan kali ini cuma pengen review layanan terbaru dari Errorlytics, berhubung masalah "Error 404 - Page Not Found" ini menarik untuk dibahas jadi sekalian aja ya saya ajari cara memperbaikinya.


Contoh pesan "Error 404 - Page Not Found"


Anda yang sering browsing tentu pernah menemukan pesan galat 404 atau (Halaman tidak ditemukan) ini khan? ada beberapa faktor yang memungkinkan terjadi error, faktor pertama kemungkinan besar user salah mengetikan alamat URL, yang kedua mungkin karena terjadi broken link atau mistyped URL dan yang ketiga bisa saja karena halaman yang dimaksud sudah dimusnahkan oleh pemiliknya dan yang tertinggal hanya sisa ampas tahu-nya saja masih nongol di Search engine. Yang harus anda tau tidak semua pesan error selalu menampilkan informasi "404 error" yang sama, semua tegantung dari browser, jenis service dan platform blog/site yang digunakan. Mungkin segitu aja yang saya tau, sisanya di googling sendiri aja bos :)


Trus gimana cara melacak dan memperbaikinya? Ok, saya anggap saja semua pembaca disini sudah memiliki situs atau blog ya. Yang pertama kita mencoba dulu melacak halaman yang kemungkinan ada errornya, yaitu dengan menganalisa menggunakan tool online dari layanan Errorlytics. Menjalankan aplikasi ini juga gak begitu rumit kok, tanpa saya ajaripun anda pasti bisa mengaplikasikannya. Yang perlu dilakukan cuman memasukan alamat situs/blog saja, lalu biarkan saja layanan ini yang berkerja memberi laporan untuk anda. Terus terang, saya rada malas menjelaskan sesuatu yang sedikit kaitannya dengan blogger, mungkin Errorlytics lebih tepat untuk pengguna wordpress, PHP, Drupal, ROR dan Java, anda bisa lihat sendiri banyak plugin yang harus di-install sana-sini, sedangkan di blogger? ya gitu deh...hehehehe. Jangan kecewa lho ya, kan masih bisa difungsikan untuk keperluan pelacakan.


Deskripsi layanan Errorlytics - Klik gambar untuk memperbesar


Disini saya simpulkan saja kita telah menerima laporan pesan error yang terlacak menggunakan tool Errorlytics. Walau saat ini belum ada contoh nyatanya, yang jelas kita pasti bisa menalarnya khan :) Ok, langsung ke langkah perbaikan saja. Seperti yang sudah saya terangkan diatas, untuk anda yang menggunakan platform wordpress dan sejenisnya yang support PHP, mungkin bisa memaksimalkan layanan Errorlytics. Selain berfungsi melakukan tracking pada halaman yang terdeteksi error, anda juga bisa mengatur redirect ke halaman lainnya secara transparan. So, dicoba sendiri ya *hehehe sok pintar mode on, padahal nyobain aja belum* xixixixi...


Cara kerja layanan Errorlytics - Klik gambar untuk memperbesar


Nah, untuk pengguna platform blogger tidak ada cara lain selain memanfaatkan fasilitas perbaikan halaman error 404 dari Google Webmaster Tools, Caranya? silahkan login dahulu, sebaiknya gunakan bahasa yang anda mengerti hehehe, lalu pada halaman Dasbor, pilih Alat dan tuju ke tab Perbaiki halaman 404. Silahkan ikuti pentunjuk yang ada, disitu sudah sangat jelas informasinya.


Cara kerja Google WebmasterTools - Klik gambar untuk memperbesar


Sekedar mengingatkan saja, untuk melakukan redirect ke halaman yang diperbaiki, jangan lupa menambahkan widget dengan menyalin semua script yang ada, kemudian masukkan saja script yang telah dimodifikasi kedalam halaman, biasanya diantara tag dan .


Semoga informasi sederhana ini berguna :)